Banner

Banner

Selasa, 05 Agustus 2014

Manajemen Pengembangan Diri

Manajemen adalah suatu proses penataan yang dilakukan untuk merapikan sesuatu yang dinilai kurang baik atau masih belum teratur. Manajemen pengembangan diri dilakukan sebagian orang untuk mengatur hal yang sudah menjadi kelebihan dalam dirinya untuk dijadikan suatu senjata andalan agar dapat berbaur didalam masyarakat atau untuk menonjolkan suatu hal yang lebih dalam dirinya agar orang lain mengetahui bahwa setiap orang memiliki kelebihan yang berbeda dalam berbagai hal. Sebagian orang meremehkan tentang manajemen ini dikarenakan orang – orang sudah percaya diri akan kemampuannya tetapi tidak tahu cara untuk bagaimana membuat kemampuannya tersebut menjadi suatu senjata andalan dalam kehidupannya agar tidak malah menjadikannya suatu senjata makan tuan.

Ketidak selarasan dalam menjalani kehidupan sering dirasakan dalam diri manusia, sesungguhnya ketidak selarasan tersebut bukan muncul dari dalam diri sendiri tetapi akan muncul ketika sudah ada orang lain yang ikut campur dalam suatu proses pengembangan diri. Peran orang lain memang dibutuhkan dalam proses pengembangan diri tetepi harus dengan porsi yang pas dan jangan terlalu ikut campur dalam urusan perkembangan diri tersebut karena akan menimbulkan suatu dilemma tersendiri yang nantinya akan membuat pelaku proses perkembangan diri bingung untuk menunjukan sebagaimana dirinya berguna. Maka dari itu manajemen perkembangan diri juga diperlukan dalam hal ini yaitu dengan cara mengatur siapa orang lain yang pantas ambil alih dalam proses perkembangan dirinya.

Setiap individu pada dasarnya memiliki sifat egois yang tinggi bukan dalam hal untuk mendapatkan sesuatu tetapi sifat egois manusia juga dapat ditunjukan dalam suatu proses perkembangan diri. Misalkan seseorang ingin menunjukan bahwa dia mampu melakukan suatu hal pasti dengan sifat egoisnya dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menunjukan kelebihannya dalam melakukan suatu hal yang pada dasarnya sudah menjadi kelebihan dalam dirinya dibandingkan dengan orang lain yang dia anggap tidak mengerti dengan kelebihannya. Suatu manajemen perkembangan diri juga dibutuhkan untuk meredam sifat egois seperti ini karena dengan tetap fokus terhadap perkembangan diri dan tidak dijadikan suatu ajang untuk bersaing maka perkembangan diri akan menjadi lebih maksimal dibanding harus bersaing.

Persaingan memang dibutuhkan dalam suatu proses perkembangan diri namum persaingan seperti apa yang dapat memicu perkembangan diri menjadi maksimal, tetapi dengan bersaing akan suatu perkembangan manusia akan mendapatkan suatu tantangan lebih. Harus tetap diingat bahwa persaingan yang mempertaruhkan perkembangan diri tidak boleh dikesampingkan dan terlalu fokus terhadap persaingan. Sebagai makhluk sosial manusia harus mampu melakukan manajemen perkembangan diri agar setiap hal yang dilakukannya dapat membuahkan sebuat hasil yang diinginkan karena perkembangan diri bukan suatu hal yang main – main ini adalah suatu hal yang sangat serius karena tidak setiap orang mampu fokus dalam perkembangan dirinya.

Senin, 04 Agustus 2014

Diam adalah emas, bagaimana menyikapi hal ini?

Anda pasti telah mengenal sebuah pepatah “diam adalah emas”. Diam bisa menjadi emas, yang berarti keuntungan untuk diri anda sendiri, jika digunakan pada tempat waktu dan kondisi yang sesuai. Menyikapi hal ini maka bisa ditarik kesimpulan bahwa tidak semua diam merupakan keuntungan bagi diri sendiri begitupula sebaliknya. Diam, sedikit bicara, bisa menjadi emas bagi anda ketika anda berada pada satu kondisi yang cenderung membuat panik. Ketika anda dihadapkan pada kepanikan, diam dan lebih banyak bergerak , dalam artian melakukan sesuatu, adalah solusi yang terbaik. Diam juga bisa membuat anda terhindar dari kritikan negatif ketika anda sedang berada dalam situasi ditegur oleh atasan.

Dalam kehidupan ini juga tidak membutuhkan satu pribadi yang tidak berkualitas. Kualitas bisa ditunjukkan dengan “banyak melakukan sedikit bicara”. Dalam hal ini, kualitas diri bisa ditunjukkan melalui pemahaman diam adalah emas. Lebih berfokus pada pratik dibandingkan hanya dengan mengumbar kata-kata adalah pemahaman lebih mengenai hal ini. anda yang ingin menunjukkan kualitas lebih pada kinerja tentu akan dianggap lebih professional ketika anda bisa menyisihkan antara waktu santai dengan mengobrol dan waktu bekerja. Hal ini dikarenakan banyak pekerjaan yang menuntut sebagian pekerjanya lebih baik diam saat bekerja.

Bukan hal yang tidak mungkin jika kualitas dalam bekerja bisa juga ditunjukkan dengan skill berbicara, dengan menggunakan bahasa sendiri maupun bahasa asing. Namun pepatah “diam adalah emas” kurang begitu cocok untuk sebagian profesi yang menuntut pengembangan diri dan peran aktif seperti politisi, public relations, SPG/SPB, dan lain-lain. Diam justru akan dinilai negatif untuk beberapa pekerjaan tersebut. hal ini dikarenakan masih terdapat subyek pekerjaan tertentu yang menjual skill berbicaranya dibandingkan dengan ide atau inovasi yang membutuhkan diam. Untuk menjalani pekerjaan-pekerjaan ini, anda memang dituntung untuk bisa seaktif mungkin sehingga dapat menarik perhatian orang lain atau bahkan masyarakat luas. Sejatinya, pekerjaan yang membutuhkan skill berbicara juga tidak sembarangan dan skill tersebut hanya bisa dikembangkan dengan pengetahuan yang luas serta motivasi yang baik.

Dalam beberapa kondisi tertentu, diam juga kurang tepat diterapkan. Kondisi seperti menjalin hubungan sosial (berinteraksi dengan orang lain), dalam forum diskusi, dan lain-lain justru tidak disarankan untuk bersikap diam. Karakter pasif yang ditunjukkan dengan hanya berdiam diri akan memunculkan predikat yang cenderung negatif pada jati diri anda. pribadi yang cenderung pasif juga dianggap kurang bisa mengikuti alur kehidupan dibandingkan dengan yang aktif dalam lingkungan. sehingga “diam adalah emas” boleh jadi tidak pantas diterapkan pada waktu-waktu tertentu yang harus anda pahami. Pada intinya, diam merupkan satu keuntungan yang berharga ketika dilakukan pada saat yang tepat.

Kembangkan diri melalui positif thinking

Dalam kehidupan sehari-hari, pikiran positif atau positive thinking seputar diri sendiri, orang lain maupun orang lain harus senantiasa dikembangkan. Pikiran positif ini sangat dibutuhkan untuk memacu diri agar terus berkembang tanpa adanya keraguan maupun ketakutan. Rasa curiga, takut dan ragu yang umumnya ditimbulkan oleh pikiran negatif dapat secara signifikan menghalangi eksplorasi diri secara maksimal. Pikiran positif tentu tidak bisa dengan mudah dimunculkan oleh seseorang. Diperlukan setidaknya motivasi, pendasaran, spiritual, dan dorongan yang mendasari pikiran tersebut agar bisa muncu dan bertahan dalam diri manusia. Untuk bisa mendapatkan keempat hal tersebut maka terlebih dahulu anda harus bisa membekali diri dengan ilmu dan pengalaman yang cukup untuk bisa menguatkannya. Keempat hal tersebut bisa dianalogikan sebagai softskill dengan ilmu dan pengalaman merupakan hardskill yang harus anda miliki ke semuanya tanpa terkecuali.

Pribadi yang sukses selalu bisa berfikiran positif mengenai dirinya dan lingkungan tempatnya berada. Dalam hal ini, untuk bisa memunculkan pikiran positif mengenai diri sendiri maka anda harus mengakui atau menuliskan kelebihan apa saja yang anda miliki. Kelebihan dalam diri ini kemudian bisa menjadi kekuatan dan bekal untuk bisa memunculkan pikiran positif atau positive thinking. Kelebihan ini merupakan cikal bakal anda berpikiran “bisa” melakukan apapun yang ada didepan ataupun sedang menghadang anda.

Mengenali diri sendiri dan lingkungan juga merupakan satu proses pengembangan diri yang dibutuhkan untuk memunculkan pikiran positif. Seperti seorang balita yang setahap demi tahap mempelajari bentuk tubuh dan lingkungan dimana dia hidup. Anda juga harus bersikap demikian. Seperti pepatah “tak kenal maka tak sayang” jika anda tidak mengenali diri anda beserta lingkungan dimana anda berada, maka akan sangat jelas anda tidak bisa dengan leluasa mengoptimalkan potensi dalam diri anda sendiri. Positive thinking atau pikiran positif bisa secara alamiah muncul ketika anda telah mengenali dengan cukup siapa dan bagaimana diri anda sebenarnya. Dengan mencoba memahami apa yang bisa anda lakukan, siapa anda, bagaimana kinerja anda, kenapa anda hidup, tujuan seperti apa yang anda ingin capai, dimana tempat yang layak untuk anda dan masih banyak lagi yang bisa anda pertanyakan untuk bisa memahami diri sendiri.

Positive thinking atau berprasangka baik dapat memunculkan rasa puas, percaya diri, dan pikiran yang lebih jernih. Dalam hal ini berpikir positif akan sangat mempengaruhi aktualisasi diri anda di lingkungan kerja, sosial, maupun lingkungan pendidikan. Karena banyaknya manfaat dari berpikiran positif inilah maka anda harus bisa membiasakan diri untuk selalu mewujudkan pemikiran yang seperti ini. memanajemen emosi untuk tetap tenang dan senantiasa bersikap syukur maka apapun yang anda lakukan merupakan hal yang positif dengan sendirinya.